Thursday, February 2, 2017

Pembahasan luas tentang Burung Anis Merah


Pembahasan luas tentang Burung Anis Merah / Punglor Merah


Burung Anis Merah mempunyai nama latin (ilmiah) Zoothera Citrina ini bisa dibilang istimewa serta mempunyai ciri-ciri yang khas dan sangat mudah dikenali dan diingat. Bukan karena kicau-kicauannya saja, tapi burung anis merah atau biasa orang menyebutnya punglor merah ini juga sangat familiar di kalangan kicau mania lantaran  punya tingkah laku yang unik  Pada saat berkicau. Burung ini  juga mempunyai kebiasaan unik yaitu jika sedang menundukkan kepala maka akan terlihat seperti orang yang mabuk. Dan umumnya bagi setiap penghobi burung di Tanah Air akan menamainya dengan istilah kicauan yang teler. Dan lagi gaya khas-nya tersebut tidak pernah dimiliki oleh jenis burung penyanyi lainnya. Yang tentunya hal itu merupakan salah satu alasan, mengapa jenis burung punglor ini sejak dulu kala hingga saat ini sangat populer di mata para kicau mania ditanah air.


Wilayah penyebaran burung anis dan punglor  merah ini tidak hanya ada di negara Indonesia saja, melainkan juga banyak kita temukan di berbagai negara-negara kawasan Asia lain-nya. Diantaranya ialah seperti China, India, Laos, Pakistan, Malaysia, Myanmar, Kamboja, Thailand dan Vietnam. Di Indonesia sendiri, burung ini paling banyak ditemui di pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan Bali. Menurut sebagian pendapat beberapa ahli, di pulau Sumatera diperkirakan ada dua sub-spesies yaitu ras Zoothera Citrina Gibsonhilli  dan ras Zoothera Citrina Innotata . Di daerah kalimantanpun juga ada sub-spesies lain, yakni Zoothera Citrina Aurata yang telah menetap di Gunung kinabalu dan gunung Trusmadi. Sementara itu di pulau Jawa dan pulau bali juga bisa ditemukan di ketinggian 1500 meter (dpl) dari laut. Dan jika di wilayah Jawa Barat juga terdapat Ras Zoothera Citrina Rubecula sedangkan di wilayah Jawa bagian Timur  terus sampai ke Bali terdapat Ras yang berlainan, yaitu Ras Zoothera Citrina Orientis.

Di habitat aslinya, jenis burung anis merah ini sering kita temui di hutan-hutan tropis di berbagai pohon yang berdaun lebar. Selain itu, burung anis/punglor merah ini juga sering telihat di berbagai hutan sekunder dan di perkebunan bambu. Dan pada Saat memasuki masa reproduksi, biasanya burung ini akan membuat sarang yang berbentuk menyerupai sebuah mangkuk di atas pohon pada ketinggian 4-5 meter untuk menelorkan 2 hingga 4 telur. Telur ini sendiri akan dierami olehnya kurang lebih sampai waktu 14 hari dan jika sudah menetas burung ini akan merawat bayi-bayinya sampai bayinya dapat keluar dan terbang sendiri. Dan saat mencari makan, ia sering terlihat di tempat-tempat yang agak gelap sambil membongkar dedaunan  yang kering yang ada di Tanah.


Burung anis/punglor merah mempunyai panjang tubuh kurang lebih 20-14 cm, sedangkan badannya rata-rata berbobot antara 40-60 gram. Dan untuk anis merah jantan ciri-cirinya adalah warna bulu yang lebih kelihatan cerah serta mengkilap. Selain itu, pada saat diperlombakan dengan burung lain ia akan terlihat lebih berani  sambil mengangkat kepalanya. Dan ketika masih trotol, Anis jantan tidak mempunyai bulu berwarna kuning di bagian sayapnya. Sedangkan burung anis betina mempunyai warna bulu yang tidak begitu mengkilap dan tulang kloakanya agak lebih lebar dan bentuk tubuhnya agak cenderung lebih bulat daripada si jantan. burung anis betina akan semakin mudah dikenali pada saat birahinya sedang meningkat, dan akan memberikan isyarat dengan cara menggetarkan kedua sayapnya sambil bersiul jika sedang mendengar si jantan berkicau.

Sedangkan dalam perawatan hariannya burung anis merah ini pada dasarnya relatif sama dengan jenis burung lainnya. Kebersihan kandangnya, pakan dan air minumnya harus setiap hari dilakukan. Dan Sebelum memandikan, angin-anginkan lebih dulu ia di luar rumah atau di serambi rumah selama 30 menit dan perlu diingat bagi setiap pemelihara burung ini juga harus bisa memandikan-nya. Dan cara memandikannya sendiri tergantung kebiasaan pemiliknya. mau menggunakan metode keramba maupun semprot, terserah pemiliknya. dan Sembari menunggu tubuhnya kering. gantilah pakan buah-buahan yang ada di dalam sangkarnya dengan yang baru. Sebab untuk mengindari over birahi, dan sebaiknya hindari pemberian pakan bervitamin secara berlebihan. Berikanlah ia pakan kroto satu sendok kecil 2x dalam satu minggu ataupun cacing 2 ekor 2x dalam satu minggu. sekian  dulu bahasan dari kami dan semoga bermanfaat bagi kalian, salam kicau mania.